Drs. Baskoro Suryo Banindro, MSn

DESPRO NEWS (26 November 2015) Bertempat di Ruang Bima 3, Hotel Grage, Jl. Sosrowijayan No. 242, Yogyakarta, Drs. Baskoro Suryo Banindro, MSn., (Ketua Program Studi Desain Produk ISI Yogyakarta) memberikan pembekalan kepada para peserta PSP3 Provinsi DIY. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Balai Pemuda dan Olahraga tersebut berlangsung hari Selasa-Kamis, 24-26 November 2015 dengan melibatkan 35 orang peserta Kegiatan “Optimalisasi Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP3) Angkatan XXV DIY Tahun 2015”.

PSP3 sendiri adalah Program Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dimulai sejak tahun 1989 dan telah menempatkan lebih dari 18.000 sarjana di perdesaan. Pada tahun 2015, pemuda sarjana yang akan diterjunkan sebanyak 970 orang dan akan ditempatkan di lebih dari 400 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah pendaftar program PSP3 pada tahun ini mencapai 14.297 pemuda sarjana. Dari jumlah tersebut yang lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes tertulis dan wawancara sebanyak 7.007 orang. Desa penempatan, tidak lagi lintas provinsi melainkan intra provinsi dengan maksud terjadi percepatan proses asimilasi dan adaptasi dengan lingkungan tetapi modal rintisan akan diberikan dengan jumlah sama untuk jangka waktu satu tahun. Calon Peserta yang lolos seleksi di Provinsi DIY sendiri tahun ini ada 38 orang dengan calon peserta cadangan sebanyak 7 orang.

Pembekalan PSP3 DIY 2015Program PSP3 ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengatasi terbatasnya kesempatan kerja, tingginya tuntutan kompetensi tenaga kerja dan cara pandang bekerja menjadi pegawai lebih baik daripada menjadi wirausaha sehingga muncul pandangan bahwa kota lebih menjanjikan daripada desa. Program ini berupaya untuk mengubah cara pandang tersebut dengan keyakinan bahwa desa merupakan potensi besar untuk membangun kemandirian pemuda sehingga program kembali ke desa menjadi penting,

Oleh karena itu, dalam program tersebut, para pemuda sarjana yang lolos seleksi mendapatkan pembekalan dengan materi yang cukup beragam termasuk diantaranya adalah pengetahuan tentang Desain Produk dan Media Promosi. Materi ini diberikan kepada para peserta guna memberikan wawasan seputar permasalahan yang menyangkut produksi hasil kerajinan di pedesaan. “Substansi materi juga berkaitan dengan perbedaan terminologi tentang seni kerajinan atau kriya dan desain produk” kata Drs. Baskoro Suryo Banindro, MSn. Pada kesempatan tersebut dipaparkan pula berbagai jenis media promosi dan karakternya sehingga para sarjana penggerak pembangunan tersebut dapat mengambil keputusan memilih media yang tepat sebagai sarana promosi yang digunakan. Pembekalan ini diakhiri dengan tanya jawab seputar pemilihan media yang tepat bagi pelaku usaha kecil di pedesaan.<RDP>

1 Comment
  1. t.o.p… b.g.t.

Tinggalkan Balasan