Designer Talk: Eduardus T

DESPRO NEWS (1 Oktober 2019) Sebanyak kurang lebih 90 orang mahasiswa Program Studi Desain Produk ISI Yogyakarta memadati Ruang Seminar, Gedung Desain Produk Lantai 2, Kampus Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis KM 6,5 Sewon-Bantul, Yogyakarta siang tadi, Selasa, 1 Oktober 2019. Di antara mereka, bergabung pula mahasiswa Program Studi Desain Interior ISI Yogyakarta. Mereka antusias menghadiri acara Designer Talk yang menghadirkan Eduardus T, seorang desainer muda yang menggeluti dunia desain produk, arsitektur, dan desain interior. Eduardus T merupakan pendiri konsultan arsitektur dan interior “Vindo Design Studio” yang berkantor di Jakarta. Ia mendirikan perusahaan konsultan tersebut pada tahun 2007. Proyek yang ditanganinya tidak terbatas pada residential bulding, tetapi juga commercial bulding. Pada tahun 2015, ia mendirikan Rattan Of Indonesia, dimana ia menjadi principal designer-nya sampai saat ini. Ia concern pada rotan sebagai material baku setiap desainnya. Kursi berbahan rotan karya desainnya, terpilih menjadi salah satu dari 3 produk terbaik Indonesia dalam Good Design Award 2018. Bersama Bekraf, ia juga aktif berpameran di Salone del Mobile Milano, Milan 2017 dan di ajang MAISON & OBJET, Paris 2019 baru-baru ini.

Tampak hadir dalam acara tersebut, beberapa orang dosen Desain Produk ISI Yogyakarta, Rahmawan Dwi Prasetya, S.Sn., M.Si. yang memberikan sambutan mewakili Ketua Program Studi Desain Produk ISI Yogyakarta, Drs. Endro Tri Susanto, M.Sn., dan Sekartaji Suminto, M.Sn. Sesi sharing sendiri dipandu oleh moderator Muhamad Aldi Agusmuharam, mahasiswa Despro angkatan 2018. Acara Designer Talk yang dihelat oleh mahasiswa Desain Produk ISI Yogyakarta tersebut juga dihadiri oleh Andre Suryaman, seorang seniman pengusaha, owner  CV Natural House Homedeco yang sangat concern pada perkembangan dunia desain produk. Acara ini sendiri, selain didukung penuh oleh CV Natural House Homedeco yang beralamat di Desa Wisata Kasongan, Bantul, juga  tidak lepas dari peran 2 asosiasi profesi, yaitu ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia) Chapter Yogyakarta dan HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) Chapter Yogyakarta.