0274 381590

About

Dalam era globalisasi sangat dibutuhkan kemampuan kompetisi global yang berakar pada kreativitas, inovasi, networking dan teknologi. Hal ini sangat membutuhkan tenaga ahli di bidang desain, yaitu Desain Interior, Desain Produk dan Desain Komunikasi Visual. Kompetensi pendidikan desain masa depan, harus melahirkan para lulusan yang memiliki kualitas desainer yang professional, menurut Harvard University “ The Future Skill of 21st Century” harus memiliki kemampuan: Communication Skills, IT Skills, Knowledges, Experiences, Management Skills, Problem Solver and Creative Think, Networking Skills, Open Minded Skills, Enterpreneurship and  Techopreneurship, Talent Skills. Saat ini dunia kerja sangat kekurangan tenaga ahli di ketiga bidang tersebut, sehingga lulusan ketiga bidang tersebut umumnya langsung terserap di dunia kerja.

Desain  produk  merupakan  terjemahan  dari  Industrial  Design.   Sebagian   para   ahli menerjemahkan  Industrial Design dengan desain produk. Sebagian yang lain menerjemahkan dengan  desain  industri.  Penerjemahan  yang  terakhir  dirasa   kurang   tepat,   karena    yang didesain bukanlah industrinya melainkan produknya. Dalam perkembangan selanjutnya profesi ini terbagi atas beberapa  kelompok  kompetensi (mungkin juga dapat berkembang sejalan dengan perkembangan jaman), yaitu:a). Desain produk peralatan, b). Desain perkakas lingkungan, c). Desain alat transportasi, dan c). Desain produk kerajinan (Kriya).Desain Industri adalah sebuah disiplin ilmu yang memadukan aspek art meet technology. Merancang sebuah konsep inovasi menjadi sebuah produk dengan keindahan bentuk yang sesuai dan dapat diproduksi secara massal dalam memenuhi need & want. Bentuk Desain Industri seperti; transportation, furniture, jewelry, cellular phone, hingga mobil dengan desain terbaru adalah sebagian hasil karya di dunia yang berasal dari karya desainer industri.

Meski dapat dibedakan menjadi beberapa  kelompok,  namun  secara  umum  mendesain produk mempunyai mekanisme yang sama dalam berpikir kreatif dalam  perancangan  sebuah produk, sehingga produk tersebut memenuhi  nilai-nilai  fungsional  yang  tepat  dan  menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi manusia  dengan  tidak  meninggalkan  aspek  kenyamanan user/pengguna  melalui  teknik-teknik  dan  ketentuan-ketentuan  tertentu  dan  pada  akhirnya diteruskan menjadi siklus hidup produk yang ditentukan oleh pola perancangan awal  baik  itu inovasi, modifikasi maupun duplikasi.

 

 

Share Button